Laboratorium

Fakultas Kedokteran

 

Laboratorium FK UKSW adalah laboratorium pendidikan pada aras perguruan tinggi yang secara umum memiliki peran dan fungsi sebagai unit penunjang akademik, digunakan untuk melaksanakan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk memastikan layanan Laboratorium FK UKSW berjalan dengan baik maka laboratorium dilengkapi dengan peralatan, bahan, prosedur dan metode keilmuan tertentu sesuai dengan jenis laboratorium, serta Teknisi/Laboran yang terlatih.

  1. Laboratorium Anatomi
  2. Laboratorium Mikrobiologi
  3. Laboratorium Parasitologi
  4. Laboratorium Biokimia
  5. Laboratorium Patologi Klinik
  6. Laboratorium Fisiologi
  7. Laboratorium Farmakologi
  8. Laboratorium Histologi
  9. Laboratorium Patologi Anatomi
  10. Laboratorium Biologi
  11. Laboratorium Biomolekuler
  12. Laboratorium Keterampilan Klinik (Skill’s lab) / OSCE
  13. Laboratorium Komputer / CBT
  14. Laboratorium Riset Deteksi Molekuler
  15. Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3)
  16. Laboratorium Kedokteran Komunitas (Lab Kakom)

Deskripsi Lab FK UKSW

  1. Laboratorium Anatomi
    Laboratorium Anatomi memiliki luas 80 m2 dengan kapasitas 25 orang. Laboratorium anatomi digunakan untuk praktikum yang berkaitan dengan anatomi tubuh makhluk hidup khususnya anatomi tubuh manusia. Laboratorium anatomi terdiri dari 3 ruang utama yaitu ruang kadafer, ruang praktik basah, dan ruang praktik kering. Ruang penyimpanan kadaver  dilengkapi dengan 2 peti stainless steel tempat meletakkan kadafer dan 2 gerobak dorong (meja penirisan & praktik) tempat meletakkan kadaver untuk dibawah ke ruang praktik. Ruang penyimpanan kadafer dan ruang praktik basah dilengkapi dengan fasilitas exhaust dan HEPA filter.
  2. Laboratorium Mikrobiologi
    Laboratorium mikrobiologi terdiri dari 2 ruang laboratorium dengan luas total 150 m2 dan kapasistas 50 orang. Laboratorium mikrobiologi digunakan untuk praktikum berkaitan dengan organisme mikrobiologi khususnya terkait dengan sifat patogenesis, seperti virus influensa, TBC, HIV dan lain-lain (kultur dan identifikasi). Laboratorium mikrobiologi dilengkapi dengan ruang khusus “clean room” untuk menangani pekerjaan yang memerlukan perlakuan aseptik. Terdapat alat utama seperti otoklaf, oven/inkubator, incubator shaker, Laminar Air Flow, dan freezer ‒80°C, untuk mendukung kegiatan tersebut.
  3. Laboratorium Parasitologi memiliki luas 72 m2 dengan kapasistas 25. Laboratorium Parasitologi merupakan laboratorium yang digunakan untuk praktikum berkai-tan dengan organisme parasit seperti parasit protozoa, parasit worms, danarthropoda yang secara langsung menjadi penyebab penyakit ataupun sebagai vektor patogen. Kegiatan prak-tikum di laboratorium parasitologi secara umum adalah pengamatan dan identifikasi parasite menggunakan mikroskop lengkap dengan preparat awetan

  4. Laboratorium biokimia memiliki luas 72 m2 dengan kapasistas 25 orang. Laboratorium biokimia digunakan untuk praktikum berkaitan dengan subtansi biokimia yang memiliki peran penting bagi makhluk hidup serta analisis biokimia baik secara kualitatif maupun kuantitatif khususnya biological fluids (darah, plasma, urine, jaringan) untuk skrining penyakit atau pengujian setelah adanya diagnosis penyakit. Peralatan utama yaitu spectrofotometer UV-Vis, oven, rotary evaporator, dan microppipette.
  5. Laboratorium Patologi Klinik memiliki luas 72 m2 dengan kapasistas 25 orang. Laboratorium patologi digunakan untuk diagnosis suatu penyakit melalui analisis darah, jaringan dan cairan tubuh lainnya, serta evaluasi mikroskopis sel tubuh. Alat utama yang digunakan adalah Photometer microlab (Chemical analyzer), Mikroskop, hematocrit Centrifuge, haemocytometer, urine analyszer, serta alat uji darah dan cairan tubuh lainnya.

  6. Laboratorium Fisiologi
    Laboratorium fisiologi memiliki luas 72 m2 dan kapasitas total 25 orang. Laboratorium fisiologi digunakan untuk praktikum berkaitan dengan fungsi fisiologi organ tubuh manusia melalui pemeriksaan fungsi beberapa organ, baik menggunakan alat maupun percobaan sederhana terkait materi di blok sistem. Ketersediaan peralatan untuk praktikum di laboratorium fisiologi antara lain: ECG Cardimax, Tensimeter, Speda statis, Treadmill, Respirometer, Stetoskop, Dinamometer, Oximetry, Infrared Thermometer, dynamometer, dll.

  7. Laboratorium Farmakologi memiliki luas 52 m2 dengan kapasitas total 25 Laboratorium Farmakologi digunakan untuk praktikum berkaitan penyiapan dan penggunaan obat oral maupun topikal, baik dalam pemilihan jenis obat maupun dosis yang tepat untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit. Peralatan untuk praktikum di laboratorium farmakologi meliputi shaker, mortar keramik, timbangan obat dan manekin untuk penyuntikan

  8. Laboratorium Histologi Laboratorium histologi memiliki luas 72 m2 dengan kapasitas total 25 orang. Laboratorium histologi adalah laboratorium yang digunakan dalam praktikum berkaitan dengan anatomi mikroskopis untuk mempelajari struktur jaringan dan perubahan karakteristik jaringan yang mungkin terjadi dalam diagnosis kesehatan. Kegiatan utama praktikum dilaboratorium histologi adalah pengamatan mikroskop dengan preparat lengkap sel dan jaringan

  9. Laboratorium Patologi Anatomi memiliki luas 72 m2 dengan kapasitas total 25 orang Laboratorium patologi anatomi digunakan untuk mempelajari organ dan jaringan tubuh untuk menentukan penyebab suatu penyakit atau efek khas suatu penyakit pada organ/jaringan seperti penyakit organ ginjal dan paru-paru atau penyakit pada jaringan sel seperti kanker. Kegiatan utama adalah pengamatan mikroskop dengan preparat mikroskopis patologianatomi

  10. Laboratorium Biologi
    Laboratorium biologi memiliki luas 52 m2 dan kapasitas total 25 orang. Laboratorium biologi digunakan untuk praktikum tentang sel makhluk hidup. Peralatan utama untuk praktikum di laboratorium biologi adalah mikroskop binokuler, general centrifuge, mini centrifuge, benchtop shaker, otoklaf (manual), enkas, vorteks mixer, pH meter pen, waterbath.
  11. Laboratorium Biomolekuler
    Laboratorium biomolekuler memiliki luas 72 m2 dengan kapasitas 25 orang. Laboratorium biomolekuler digunakan untuk praktikum tentang sistem biologi pada tingkat molekuler, mulai dari isolasi DNA sampai dengan ekspresi gen. Peralatan utama adalah Mikropipet, refrigerated microcentrifuge, Electrophoresis, UV-Transilluminator, Spectrophotometer UV-vis, Refrigerator & Freezer -20°C, dan PCR master cycler.
  12. Laboratorium Keterampilan Klinik (Skill’s Lab) / OSCE
    Laboratorium Keterampilan Klinik (Skill’s Lab) / OSCE terdiri dari 14 ruang ujian (station) di lantai 1 dan 12 ruang praktek ketrampilan klinik di lantai 2 dengan luas total 700 m2.  Laboratorium dilengkapi dengan ruang persiapan, ruang transit, gudang manekin, dan ruang kontrol., Kapasitas total Skills Lab adalah 60 orang (5 orang per ruang) untuk praktikum keterampilan klinik dan kapasitas 12 orang untuk OSCE per putaran. Laboratorium Keterampilan Klinik / OSCE digunakan untuk praktikum keterampilan klinik dan tempat ujian kompetensi klinik mahasiswa kedokteran yang telah dibekali keterampilan medis dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek. Peralatan utama laboratorium adalah manekin-manekin dan peralatan penunjang terkait dengan pengembangan keterampilan kllinik.
  13. Laboratorium Komputer / CBT
    Laboratorium Komputer / CBT memiliki luas total 231 m2 terdiri dari ruang komputer dengan kapasitas total 55 komputer, ruang kontrol dengan perangkat jaringan internet dan server, serta ruang tunggu. Laboratorium CBT dirancang untuk dapat memfasilitasi proses ujian 50 mahasiswa, baik ujian modul maupun ujian nasional. Laboratorium Komputer / CBT dikhususkan penggunaannya untuk ujian-ujian yang berbasis komputer dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lainnya.
  14. Laboratorium Riset Deteksi Molekuler
    Laboratorium Riset Deteksi Molekuler dengan luas total 120 m2 dan kapasitas 10 orang peneliti. Terdiri dari 5 ruang dengan 3 ruang kerja utama yaitu ruang kerja peneliti / ruang preparasi, ruang ekstraksi dan elektroforesis, ruang deteksi. Laboratorium ini digunakan untuk riset di bidang biomolekuler seperti rekaya genetik, ekspresi gen sampai dengan deteksi molekuler patogen penyebab penyakit atau marker genetik yang berhubungan dengan penyakit tertentu. Peralatan utama laboratorium adalah perlatan terkait ekstraksi DNA/RNA/Protein sampai dengan alat uji dan deteksi bidang molekuler.
  15. Laboratorium BSL-3
    Laboratorium BSL-3 memiliki beberapa ruang utama sesuai standar laboratorium BSL3 dengan luas total 80 m2 dan kapasitas 4 orang. Laboratorium BSL3 memiliki fasilitas panel kontrol, ruang penerimaan sampel, ruang utility (HVAC), dressing room, pass-box, dan ruang kerja utama / ruang ekstraksi. Laboratorium BSL3 digunakan untuk riset dan deteksi spesimen-spesimen infeksius yang dapat menyebabkan penyakit mematikan, seperti TBC dan Covid-19, yang memerlukan penanganan dengan fasilitas khusus. Laboratorium memiliki sistem HVAC untuk memfasilitasi tersedianya ruang bertekanan negatif dan didukung peralatan keamanan tingkat tinggi untuk memastikan biosafety dan biosecurity sesuai dengan standar manajemen biorisiko. Peralatan utama laboratorium BSL-3 adalah BSC, freezer -80°C, otoklaf, micropipette, refrigerated microcentrifuge.
  16. Laboratorium Kedokteran Komunitas (Lab Kakom) adalah unit akademik di lingkungan fakultas kedokteran yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam bidang kedokteran komunitas. Berbeda dengan laboratorium klinis yang berfokus pada pasien individu, Lab Kakom menekankan kajiannya pada kesehatan masyarakat secara luas dengan mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan perilaku. Kegiatan di laboratorium ini mencakup penelitian kesehatan masyarakat, surveilans epidemiologi, analisis faktor risiko penyakit, serta evaluasi program kesehatan. Selain itu, Lab Kakom juga menjadi tempat mahasiswa melaksanakan praktikum dan pelatihan, seperti diagnosis komunitas, analisis data kesehatan, maupun praktik lapangan yang melibatkan intervensi langsung di masyarakat. Melalui keberadaan laboratorium ini, kedokteran komunitas dapat mengoptimalkan perannya dalam upaya promotif, preventif, serta pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat secara terorganisir dan berbasis ilmiah.

Indonesia sangat membutuhkan tenaga dokter untuk memastikan akses kesehatan yang merata dan kualitas layanan medis yang optimal di seluruh negeri. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, saat ini rasio jumlah dokter di Indonesia pada tahun 2020 dengan 130.000 dokter setara dengan 1 dokter dengan 20.000 penduduk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 1 dokter untuk setiap 1.000 penduduk. 

Kurangnya jumlah dokter juga menyebabkan ketimpangan pelayanan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil dan pelosok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 70% dokter terkonsentrasi di pulau Jawa, sementara daerah-daerah di luar Jawa, seperti Kalimantan, Papua, dan Sulawesi, masih mengalami kekurangan tenaga medis. Hal ini mengakibatkan banyak wilayah di luar Jawa yang kekurangan tenaga medis yang berkompeten, sehingga pelayanan kesehatan tidak dapat maksimal.

Banyaknya penyakit tidak menular yang semakin meningkat, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke, juga memperburuk beban pelayanan kesehatan di Indonesia. Penyakit-penyakit tersebut membutuhkan perhatian lebih dalam hal diagnosis, perawatan jangka panjang, dan pemantauan rutin oleh tenaga medis yang terlatih.

Fakultas Kedokteran UKSW hadir untuk menjawab kebutuhan dokter yang profesional terutama di daerah terluar dan terdepan di Indonesia. FK UKSW yang hadir pada tahun 2023, dengan pencirikhas sebagai dokter komunitas hadir untuk mencetak dokter-dokter muda yang profesional. Dengan fasilitas yang lengkap dan terbaru sesuai dengan yang disyaratkan, kami hadir untuk melayani kesehatan masyarakat Indonesai melalui putra-putri terbaik yang terpanggil untuk menjadi dokter.